Kenapa harus ada luka, kenapa harus ada sakit, kenapa harus ada kekecewaan, kenapa penyesalan harus ada dan selalu datang terlambat, seperti itu kah hidup,?
dunia ini seakan hanya memberi penderitaan , kesengsaraan , keindahan dan kedamaian seakan fatamorgana, semuanya hanya dusta nestapa, yang di ceritakan dan menjadi kutukan, semua harapan dipatahkan kenyataan, seperti itukah hidup?
Seakan doa-doa hanya bualan, usaha hanya membuang tenaga, pikiran dan waktu, atau cinta yang slalu mendapat penolakan, lengkap sudah penderitaan itu, mungkin sudah saatnya aku mengakhiri hidupku!
Bukankah Sesekali pernyataan seperti itu diantaranya pernah muncul dalam benak anda, bila seperti itu yakinlah bahwa luka, sakit, atau kekecawaan itu untuk membuatmu lebih kuat, penyesalan agar kamu menyadari kesalahan dan tidak mengulanginya,
Segala bentuk penderitaan, kesengsaraan bahkan kebahagiaan seperti apapun itu juga merupakan fatamorgana dalam hidup, seperti kita melihat orang-orang kaya tapi ternyata sengsara karena kekayaannya, melihat orang-orang miskin, ternyata kaya hati karena kesederhanaannya, dan bukankah harapan itu selalu muncul ditiap ketidak mampuan kita, bila pikiran kita waras saat itu, atau lebih tenang, yakinlah bahwa doa adalah kata terindah, dan memang butuh keberanian untuk mengucap atau memintanya, sudah yakin bahwa manusia sesungguhnya dialam raya ini diciptakan berpasangan, dan sadarilah sedikit usaha saja mampu merubah hidup kita, bila kita merasa sudah tidak mau mencoba, kita termasuk orang yang gagal, tapi ingat mungkin caranya salah, sehingga slalu gagal, skali lagi ingat harapan slalu muncul saat ketidak mampuan kita, jangan putus asa, bila ingin sukses perhatikan orang sukses, skali lagi perhatikan caranya, jangan ingin menjadi dokter, bila akhirnya mendaftar akpol, karena kamu akan menjadi polisi, dan itu tidak buruk.
Comments
Post a Comment