aku kau injak, kau singgahi, tak jarang kau garuk aku hingga lecet, hingga kukeluarkan darah, kau tebas temanku dengan pedang bergerigi, hingga tak jarang aku terperosot dari tebing kebawah, aku sakit karena kau tak lagi peduli, aku lemah karena harus merasakan panas aspal diwajahku, aku tak dihargai, karena tak jarang aku hanya dianggap bak sampah umum,
aku punya segala untukmu, kuberikan kepadamu semuanya hanya saja kau harus merawatku, menjagaku, bukankah kau ingin generasimu berikutnya merasakan ini semua, aku sudah tua, aku tak lagi kuat menahan penderitaan yang kau buat, terkadang aku batuk tapi sebisa mungkin aku bertahan untuk tidak mengeluarkan darah dari perutku, kadang tubuhku bergetar hebat! Aku sakit, aku sudah tua, jagalah aku karena mungkin umurku tak lagi panjang, aku mohon.... Tanam kembali temanku, jangn aggp aku bak sampah, berhentilah menggarukku aku perih.....
aku punya segala untukmu, kuberikan kepadamu semuanya hanya saja kau harus merawatku, menjagaku, bukankah kau ingin generasimu berikutnya merasakan ini semua, aku sudah tua, aku tak lagi kuat menahan penderitaan yang kau buat, terkadang aku batuk tapi sebisa mungkin aku bertahan untuk tidak mengeluarkan darah dari perutku, kadang tubuhku bergetar hebat! Aku sakit, aku sudah tua, jagalah aku karena mungkin umurku tak lagi panjang, aku mohon.... Tanam kembali temanku, jangn aggp aku bak sampah, berhentilah menggarukku aku perih.....
Comments
Post a Comment